Wisuda Kampus Penyumbang Kerusakan Lingkungan

Sabtu lalu saya datang ke wisuda saudara. Sudah banyak wisuda kawan yang saya datangi, namun kali ini berbeda. Selain karena kali ini saudara saya yang akhirnya saya datangi, di kesempatan ini saya lebih "sebel" melihat wisudawan-wisudawati itu. Tak lain karena tak kunjung wisuda juga diri ini. Asu.

Oleh karenanya saya lebih tertarik untuk memerhatikan hal lain. Cuaca sangat panas, gawai saya menunjukkan suhu di kota ini mencapai 37 derajat celcius. Kesempatan yang tidak dilewatkan oleh penjaja minuman untuk mengais rezeki dari para wisudawan dan tamu wisudawan yang kepanasan.

Penjual minuman menjajakannya dengan cara yang berbeda-beda. Minuman yang dijual pun bermacam-macam. Namun terdapat kesamaan di antara semua itu, yaitu kemasannya. Sebagian besar, kalau tidak bisa dibilang semuanya, diwadahi dengan kemasan plastik. Mulai dari yang berbentuk kantong, gelas, hingga botol.

Ironi yang menarik bagi saya. Di tengah gencarnya kampanye pengurangan penggunaan single use plastic waste di media sosial oleh masyarakat so called educated, acara seremonial di institusi pendidikan menyumbangkan sampah plastik yang sangat besar. Lahir bersama dengan ribuan sarjana yang diwisuda oleh universitas.

Baca juga: Cita-Cita Freelance

Beberapa di antara mereka adalah para sarjana ilmu-ilmu lingkungan. Atau bahkan mungkin ada yang jadi aktivis, yang pernah mendemo pemanasan global. Saya ingin tertawa, tapi takut kualat karena saya sendiri belum wisuda. Asu meneh.

Tempat duduk tamu sangat penuh dan sumpek, saya dan saudara yang lain menyingkir ke tempat yang lebih lapang dan teduh. Saat sibuk merenung, datang seorang nenek dengan membawa karung berukuran cukup besar dan sebuah trash bag hitam.

"Ngapunten nggih, Mas", izinnya saat akan membuka tong sampah di depan saya.

Kemudian beliau membuka tempat sampah di dekat saya. Lalu perlahan mulai memilah isinya sesuai yang beliau butuhkan. Gelas, kantong, dan sebuah kardus air mineral kemasan. Tiga jenis barang yang diambil nenek ini adalah sampah limbah minuman yang dijual tadi.

"Sampah-sampah ini mau diapakan, Bu?", saya mencoba basa-basi di tengah sibuknya beliau.

"Dijual ke tempat daur ulang, Mas"

Pahlawan. 

Begitulah yang terpikir oleh saya sesaat. Saking seringnya melihat media sosial penuh dengan caci maki terhadap pengguna sampah plastik. Saya melihat seorang nenek-nenek yang langsung aksi. Menjadi garda terdepan dalam pencegahan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh masyarakat. Mungkin saja beliau paham, tidak mudah menghentikan penggunaan single use plastic karena memang sangat praktis.


Di saat kita, so called educated people, yang suka marah-marah saat makan bareng temen dan dia tidak punya sedotan stainless steel atau bambu. Ada orang yang peduli dan mengambil sampah-sampah itu untuk didaur ulang. Recycle. Terdengar sangat environment friendly sekali bukan profesi beliau?

Deg. Kemudian saya tersadar, bahwa saya terlalu lama berada di puncak menara gading. Nenek itu tentu tidak pernah tahu atau peduli tentang bahaya lingkungan atau semacamnya. Makan apa besok saja mungkin belum pasti, di sini ia hanya mencari rezeki. Diselenggarakannya acara wisuda kampus adalah kabar baik baginya, karena sampah plastik berkumpul di satu tempat.

Menarik bukan?

Kampus secara umum kini sudah tidak lagi dekat dengan rakyat miskin seperti nenek tadi. Pengabdian masyarakat yang dilakukan pun tidak terlalu substansial. Hanya dilakukan dengan cara-cara formal seperti KKN, atau pengabdian masyarakat oleh dosen, yang mungkin hanya untuk menjaga sertifikasi. Bahkan seringkali keduanya dikerjakan bersamaan, pengabdian masyarakat oleh dosen di-KKN-kan, biar praktis dan ekonomis.

Instansi pendidikan tinggi ini, hanya berfokus menjadi pabrik pencetak manusia terdidik yang dipersiapkan untuk industri sesuai bidangnya. Ah, yang penting jangan pengangguran terlalu lama, nanti jadi omongan tetangga. Apakah bermanfaat bagi masyarakat atau tidak, itu urusan belakangan. Apalagi masyarakat itu bukan tetangga.

Baca juga: Algoritma Akan Mengambil Alih Pekerjaan Manusia

Sampah-sampah plastik yang bertumpukan di acara seremonial ini bisa jadi satu-satunya sumbangsih terbesar sarjana-sarjana baru ini bagi rakyat miskin. Nenek tadi, penjual minuman dingin, penjaja suvenir, dan lain-lain. Setelah itu mereka akan masuk ke industri, sibuk dengan diri sendiri.

Matahari sudah di atas kepala. Suhu kurasa semakin panas saja. Saudara saya dan wisudawan lainnya tak kunjung keluar. Saya kehausan. Akhirnya, saya membeli segelas es teh dari penjaja keliling yang lewat dekat saya. Setelah bayar, es teh disajikan dengan gelas plastik lengkap dengan sedotan plastiknya.

Tidak. Saya tidak sedang merusak lingkungan. Dalam konteks ini, saya sedang membantu nenek tadi dan teman-temannya mengais rezeki. Juga bapak penjual es teh yang saya beli ini. Lagipula penjual es teh keliling ini sudah menata es dalam gelas saat dia keliling. Jadi sampah plastik yang terproduksi jumlahnya akan tetap sama, dengan atau tidak saya beli. Bukan begitu?

Ah bodo amat. Kalau memang ingin mengurangi single use plastic, ya memang harus dari hulu dan regulasi. Mari kita berserikat untuk mewujudkannya. Kalau hanya menghindari single use plastic, bukannya tambah merepotkan? Halo? tidak semua orang suka repot seperti Anda.

Huft. Daripada pusing dan pingsan, mending saya minum saja es teh yang barusan saya beli.

Agri Satrio
PijakID

Komentar

  1. PERUSAHAAN PINJAMAN RIKA ANDERSON
    Email kantor :::: [email protected]
    Whatsapp :::: +1(914)705-7484

    Nama saya Vania hilman dari Malaysia dan saat ini tinggal di Dubai. Seorang ibu tunggal dengan 2 anak. Saya berdoa dan saya memikirkan kesaksian di internet minggu ini dengan nama PERUSAHAAN RIKA ANDERSON LOAN. Ibu Rika membantu saya dengan $ 60.000 USD.

    Saya benar-benar membutuhkan mereka, pada awalnya saya tidak pernah mempercayai mereka, tetapi setelah memenuhi tuntutan mereka, saya mendapatkan pinjaman saya. Hari ini saya membayar hutang saya dan saya juga bangga dengan apartemen saya sendiri. Ibu dan dua teman saya mengambil keuntungan dari penawaran ini, dan saya juga ingin seluruh negara mengambil keuntungan dari penawaran yang murah hati ini. ini email pribadi saya [email protected]

    Testifier :::: Vania hilman
    Negara Sekarang :::: Dubai (UEA)
    Jumlah Pinjaman :::: $ 60.000
    email :::: [email protected]

    BalasHapus
  2. kota: Balikpapan
    pekerjaan.:::::bisnis
    WhatsApp. (* (*) *) * +447723553516
    Daftar sekarang: ([email protected])

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Halo semua, mohon saran Anda semua di sini untuk tidak mengajukan pinjaman di setiap perusahaan pinjaman di situs ini, semua orang di sini adalah palsu dan curang, bahkan beberapa kesaksian di sini semuanya palsu, mereka adalah orang yang sama yang melakukan semuanya,. jadi harap berhati-hati untuk tidak menjadi korban penipuan pinjaman, saya telah ditipu 6 kali dari Rp150 juta untuk semacam biaya transfer, asuransi dan biaya perpajakan, tetapi setelah pembayaran saya saya tidak mendapatkan pinjaman saya, sebaliknya mereka bertanya kepada saya membayar lebih dan lagi. Tetapi Tuhan sangat bersyukur bahwa saya kemudian mendapat pinjaman modal sebesar Rp4,4 miliar dari Perusahaan tempat teman saya bekerja, (AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM), mereka adalah perusahaan terkemuka sekarang di Asia, mereka di sini untuk membantu kita semua yang memiliki telah scammed, jadi jika Anda memerlukan pinjaman lebih baik pergi ke kantor perusahaan di UNITED KINGDOM, Mereka memberikan pinjaman besar pinjaman internasional kepada pemilik bisnis di Malaysia dan Indonesia dan di seluruh dunia, mereka sangat cepat dalam pengiriman yang sah, yang sangat sederhana untuk mendapatkan dan hanya 1% tanpa jaminan. saya telah membayar semua hutang pinjaman bank dan bisnis saya dengan baik sekarang. Anda dapat menghubungi mereka baik-baik saja dengan Aplikasi Anda dengan mereka. Anda akan mendapatkan pinjaman dalam 1 jam, saya melakukan semua ini untuk membantu negara saya dari penipuan, dan saya juga membuat beberapa trik cara mengetahui pemberi pinjaman palsu.
                               BAGAIMANA MENGETAHUI PEMENANG PALSU
     Peminjam palsu tidak perlu meminta jaminan dan tidak ada situs web, Peminjam tidak memiliki sertifikat bisnis, Peminjam palsu tidak peduli dengan gaji bulanan Anda yang membuat Anda memenuhi syarat untuk pinjaman, Peminjam palsu tidak menggunakan gmail, tidak ada dominasi,Peminjam palsu tidak memiliki alamat kantor fisik, peminjam palsu meminta biaya pendaftaran dan biaya pajak.
    Email; [email protected]

    BalasHapus
  3. kesaksian nyata dan kabar baik !!!

    Nama saya mohammad, saya baru saja menerima pinjaman saya dan telah dipindahkan ke rekening bank saya, beberapa hari yang lalu saya melamar ke Perusahaan Pinjaman Dangote melalui Lady Jane ([email protected]), saya bertanya kepada Lady jane tentang persyaratan Dangote Loan Perusahaan dan wanita jane mengatakan kepada saya bahwa jika saya memiliki semua persyarataan bahwa pinjaman saya akan ditransfer kepada saya tanpa penundaan

    Dan percayalah sekarang karena pinjaman rp11milyar saya dengan tingkat bunga 2% untuk bisnis Tambang Batubara saya baru saja disetujui dan dipindahkan ke akun saya, ini adalah mimpi yang akan datang, saya berjanji kepada Lady jane bahwa saya akan mengatakan kepada dunia apakah ini benar? dan saya akan memberitahu dunia sekarang karena ini benar

    Anda tidak perlu membayar biayaa pendaftaran, biaya lisensi, mematuhi Perusahaan Pinjaman Dangote dan Anda akan mendapatkan pinjaman Anda

    untuk lebih jelasnya hubungi saya via email: [email protected] hubungi Dangote Loan Company untuk pinjaman Anda sekarang melalui email [email protected]

    BalasHapus
  4. Pendudukan: Harta Tanah / perhotelan
    kedudukan: Pengarah Urusan
    Nama: Najwa Mohammed
    Bandar: Miri
    Pinjaman saya mendapat: Rm 1.5 juta
    kadar faedah: 1%
    E-mel saya: [email protected]


    Halo, saya mengucapkan terima kasih kepada allah almight untuk kebaikan dan keberkasaan yang saya dapatkan dari AASIMAHA ADILA LOAN FIRM tahun ini 2020, saya ingin kita medium ini membiarkan muslim saya di malaysia, Tahun lepas saya telah memohon pinjaman banyak kali dan saya bodoh , Tahun ini ketika saya sedang menonton berita perniagaan saya di Aljazeera, saya melihat nama AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM pada wawancara menerangkan pakej mereka dan bagaimana mereka memberi pinjaman dan dana amal kepada mereka yang ingin memulakan perniagaan tahun ini. Oleh itu, saya mendengar dan menghubungi mereka dengan kenalan mereka di televisyen, saya memohon Rm 1.5 juta, pada kadar 1% dan pinjaman saya telah diluluskan dan saya mendapat pinjaman saya semudah mungkin. Saya mendapat pinjaman saya dan melabur lebih jauh ke hartanah suami saya. suami saya dari indonesia, banjir yang terjejas rumah keluarga kami di jakarta, sejak kami mendapat pinjaman, kami telah memperbaiki banyak hal dan membayar hutang bank juga.Jika anda ingin perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, anda bebas memohon sekarang dan dapatkan pinjaman anda .Mengingatkan diri anda untuk menjadi kuat dan tidak pernah berputus asa. Semakin banyak anda jatuh, semakin kuat anda menjadi bangun. Jangan pernah menyerah tidak kira apa. Buat janji kepada impian anda seolah-olah anda berjanji kepada anak anda. Saya berharap anda lebih besar tahun. Mungkin allah memberkati mereka allah

    MOHON SEKARANG
    E-mail****[email protected]
    Whatsapp **** + 447723553516

    BalasHapus

Posting Komentar

Pijak Indonesia tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE



Ikuti @PijakID