Kategori
Society

Mbah Gesang dan Cerita Dongengan Kuasa yang Mengalir ke Mana-Mana

Kalau kita bertemu simbah yang sudah lansia, sering kali mereka menceritakan hal-hal di masa lalu, mulai dari cerita fakta sampai dengan sebuah dongeng. Bahkan, beberapa lansia itu menyalurkan cerita-cerita yang mereka tahu menjadi sebuah nyanyian. Seperti yang dilakukan oleh Mbah Gesang, seorang ‘maestro keroncong Indonesia’ yang menggubah sebuah lagu dari cerita sebuah sungai ikonik di Jawa, yaitu Bengawan Solo. Cerita lansia aktif seperti Mbah Gesang mungkin memang absurd juga rasanya kalau dikisahkan ke anak cucu kelak.

Kategori
Infrastruktur

Kecerdasan Artifisial Tidak Ingin Berinteraksi dengan Kita

Dua tahun yang lalu, saya menulis esai berjudul Tidak Ada Kiamat Hari Ini. Di dalam esai tersebut, salah satu yang dibahas adalah pertanyaan di tahun 1950 dari seorang fisikawan bernama Enrico Fermi di suatu acara makan siang para fisikawan di Los Alamos Ranch School, New Mexico, Amerika Serikat, tentang alien: “Where, then, is everybody?”. Pertanyaan ini masih menghantui para astronom sampai hari ini. Di tengah begitu melimpahnya faktor-faktor yang membuat mereka bisa berekspektasi ada kehidupan lain di luar planet bumi, sampai detik ini tidak ditemukan kehidupan lain sebesar zarah pun. Inilah yang disebut Fermi Paradox.

Kategori
Society

Keluarga Telah Gagal

Saya tahu ini tidak pantas diucapkan pada Moko – seorang pemuda yang baru lulus kuliah arsitektur yang tiba-tiba harus mengurus lima keponakannya (tiga sudah sekolah, satu baru lahir, satu titipan) karena kakak perempuan dan iparnya meninggal dunia, dan seorang bapak yang kabur meninggalkan anaknya. Moko telah membunuh mimpinya sendiri, yang telah ia angan-angankan bersama pacarnya. Ia percaya pada takdirnya, meskipun sungguh, lelahnya tak terkira.

Tetapi toh, saya akan tetap mengatakan ini pada Moko: untungnya, masih ada tembok di rumahmu yang bisa dibongkar untuk membuat ruang tamu yang lebih jembar. Ada sebuah keluarga, di Jakarta juga, yang bahkan tidak punya tembok untuk dihancurkan. Sebab, satu-satunya ruang di rumah yang mereka miliki adalah sepetak ruangan berukuran 2×3 meter saja. Anggota keluarga mereka bahkan lebih banyak daripada anggota keluargamu. Alhasil, jangankan menghancurkan tembok, tidur saja mereka bergantian karena satu ruangan itu tak cukup untuk menampung mereka semua.

Kategori
Beranda Infrastruktur Society

Anak Tiri Itu Bernama Transmigran

Jeduk. Suara ban mobil yang ku naiki terdengar sangat kencang. Lubang di jalan ini sudah berusia hampir sama dengan supir yang membawa mobil ini. Sejauh ingatannya, lubang ini sudah ada di sana.

Nek nyupir alon-alon!”, kata penumpang di kursi depan.

Walaupun jauh dari tanah mainland, Bahasa Jawa umum dipakai di sini. Pendatang yang dikirim oleh Bapak Pembangunan sudah berketurunan hingga cicit. Beberapa bumiputera, yang biasa dipanggil dengan sebutan “orang kampung”, bahkan turut menguasai bahasa ini, akibat orang Jawa menjadi mayoritas di beberapa satuan perumahan (SP).

Kategori
Politik Society

“Live” Hidup Matinya Ke-Manusia-an dan Keadilan Dalam Layar Gadget

Menuju akhir pekan panjang ini, enak sekali sarapan bubur di pinggiran jalan, sembari menuliskan catatan singkat soal dunia dalam layar gadget yang beberapa waktu terakhir berpengaruh pada kehidupan keseharian orang-orang saja.

Awalnya di dalam pikiran ini ada kesan, “Ah ini olahan AI saja yang bisa menyulut kemarahan publik karena ada demo yang hendak dibubarkan aparat.” Itu yang ada di alam pikir, lalu membaca status yang dituliskan di beragam platform media sosial, membuat rasa marah menguat.

Kategori
Society

Kini, Pembaca yang Tekun adalah AI, Bukan Manusia

Sebagian besar manusia kini menghabiskan waktu luangnya untuk doomscrolling. Istilah ini merujuk pada aktivitas yang berlebihan dalam mengakses konten-konten di media sosial dan berita-berita singkat. Konten-konten yang banyak dikonsumsi terutama yang memicu rasa amarah, kecewa, tersinggung, dan akhirnya pertengkaran yang tidak perlu. Desain sebagian besar media sosial yang ada saat ini membombardir pengguna internet dengan konten-konten yang memicu rasa ketagihan, sehingga beberapa pengguna internet bahkan akan gelisah jika tidak bisa mengakses suguhan konten-konten semacam itu. Aplikasi media sosial bisa tahu masing-masing pengguna internet maunya konten yang seperti apa yang ingin dilihat, dengan melakukan evaluasi terhadap aktivitas mereka di internet pada masa lampau.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Emergency vs. Emergence

Aku sedang berdiri di MRT yang berangkat dari stasiun Changi Airport menuju ke stasiun Tanah Merah, di Singapura. Cukup lama aku memandangi deretan bangunan tinggi perkantoran dan permukiman, yang di dalam dunia arsitektur disebut sebagai amplop. Kemudian mataku tertuju pada sebuah kata di salah satu satu sudut tembok MRT ini. Sebuah kata petunjuk. Kata itu ditulis dalam 4 bahasa: Inggris, Melayu, Mandarin, dan Tamil (Emergency, Kecemasan, 紧急, நெருக்கடி நிலை). Pemilihan kata “kecemasan” menarik perhatianku. Bagiku, pemilihan kata ini sebagai padanan Emergency lebih pas daripada kata “darurat” yang dipakai oleh orang Indonesia. Keesokan harinya, ketika aku sudah sampai di Kuala Lumpur, aku mendapati hal yang sama di ruang-ruang publik. Emergency = kecemasan.

Kategori
Society

Keluarga Tidak Bahagia Nadira

Kata orang, keluarga adalah rumah. Tempat pulang. Tempat bersemayamnya kasih sayang. Dunia di luar keluarga sering kali menyiksa kita, karena penuh dengan niat jahat, intrik, kehampaan, dan kekejaman. Dunia di luar keluarga cepat bikin lelah. Untungnya, setelah energi kita habis terkuras menghadapi dunia luar itu, kita bisa pulang kepada keluarga yang siap memberi pelukan ternyaman dan mengisi ulang daya hidup kita.

Tapi berkah keluarga ini tidak dirasakan oleh Nadira. Alih-alih pulang setelah bekerja, ia memilih tidur di bawah kolong meja kerjanya. Ia punya rumah. Tetapi jika ia pulang, kesedihan kembali menusuk pikirannya. Kesedihan yang berasal dari lantai kamar tempat ibunya ditemukan bunuh diri.

Kategori
Society

Menghidupkan Ruang (Ingatan) Publik di Yogyakarta

Kala berkunjung ke Yogyakarta, apa saja yang diingat? Menjawab pertanyaan begini, tentu saja sangat subyektif jawaban yang akan didapatkan dari tiap generasi yang pernah singgah (baik sekedar berwisata maupun belajar/kuliah) ke kota Yogyakarta.

Sejarah Yogyakarta sebagai bagian NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) memiliki beragam atribusi yang dimiliki, mulai dari kota perjuangan hingga kota pendidikan. Kota warisan budaya juga merupakan atribusi yang melekat.

Kategori
Society

Samsara dan Rekaman Ingatan Peristiwa di Mata Kita

Menonton film adalah peristiwa memasuki ruang gelap dalam bioskop lalu menjelajah beragam imajinasi. Hening dan bisu. Hitam putih semata pada awalnya. Sejarah lahir dari gambar yang bergerak di layar perak.

Apa yang divisualisasikan oleh sineas Garin Nugroho dalam film Samsara di Gelanggang Inovasi dan Kreatifitas Universitas Gadjah Mada, Kamis 5 Desember 2024 menegaskan kelahiran kembali cara menikmati sebuah film dengan serta merta, secara langsung.